You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Antisipasi Penumpang Terlantar, 16 Bus Sekolah Disiapkan di Terminal Rawamangun
photo Nurito - Beritajakarta.id

Terminal Rawamangun Dilayani 16 Bus Sekolah

Sebanyak 16 armada bus sekolah dikerahkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang akibat aksi mogok awak metromini di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur.

Kita lihat perkembangannya, kalau 16 bus kurang, saya minta tambah armadanya lagi

Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Timur, Bernad Octavianus Pasaribu mengatakan, sejauh ini tidak terjadi penumpukan penumpang di Terminal Rawamangun, karena seluruh penumpang dapat terangkut bus sekolah.

"Kita lihat perkembangannya, kalau 16 bus kurang, saya minta tambah armadanya lagi," ujar Bernard, Senin (21/12).

Metromini di Terminal Tanjung Priok Tak Beroperasi

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bus Sekolah Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Mohamad Insyaf menambahkan, bus sekolah ini beroperasi dari pukul 06.00 hingga 20.00.

Setiap bus dikawal oleh dua anggota Brimob bersenjata lengkap laras panjang. Upaya ini dilakukan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Penumpang tidak dipungut biaya saat naik Bus Sekolah.

Insyaf menuturkan, bus sekolah dikerahkan untuk melayani penumpang rute Rawamangun-Senen, terutama mereka yang biasa naik Metromini 46, 49 dan 03.

"Bus ini kita perbantukan sampai batas waktu yang belum ditentukan, sampai situasi kondusif," ucapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1172 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati